Senin, 18 Maret 2013

OH TIDAK !!



Pada suatu hari hiduplah 2 ekor ulat yang bernama caca dan cici.Mereka bersaudara meraka pun akrab dan rukun.mereka tinggal di perkebunan teh.makanan bergizi didesa mereka adalah pucuk teh.Suatu hari desa Caca dan Cici kehabisan bahan makanan bergizi,karna,manusia telah memanen pucuk teh,jadi mereka kehabisan makanan bergizi.”Caca gimana nih kita tidak bisa makan makanan yang sehat?”kata Cici.”bersabarlah adikku walau kita tidak bisa makan pucuk teh,kan masih banyak daun yang bisa kita makan?”jawab Caca.”tapi kalau kita tidak memakan pucuk teh,kita pasti sakit”jelas Cici.”benar juga ya? hmm….bagaimana kalau kita pindah saja?”kata Caca.”oke”jawab Cici.Mereka pun pindah karena didesa mereka sulit lagi ditemukan pucuk teh,mereka pindah jauuuuuuuuh sekali dari desa yang ditempatinya dulu. Sampai-sampai mereka ke pemukiman penduduk manusia,karna perkebunan teh tidak tiap hari tumbuh pucuk.Mereka pun kelelahan dan akhirnya mereka terpaksa memakan daun sawi dari rumah pertama yang mereka lewati,karna mereka tak tahan lagi,sudah 6 hari mereka tidak makan.”Caca aku gak tahan lagi nih”kata Cici.”aku juga nih! Bagaimana kalau kita makan daun itu!”kata Caca sambil menunjukkan dimana letak daun itu.”baiklah”kata Cici.mereka pun berjalan menuju daun sawi tersebut.”hmm….krenyes! enak sekali daun ini kira-kira namanya apa ya?”tanya Cici.”gak tau tuh! Sudah,makan saja daun ini sampai kamu kenyang?jawab Caca.Tiba-tiba ada manusia yang bernama Toni dan ayahnya.”huh! rupanya ulat.. yang memakan sawi-sawiku,daripada kamu mengganggu sawi-sawiku mending sekarang kamu saya buang”kata ayah Toni.”jangan yah jangan dibunuh biar bagaimanapun dia itu makhluk hidup yah”jelas Toni.”jadi bagaimana ini kalau tidak bunuh,nanti dia memakan sawi ayah!”jelas ayah Toni.”nanti kan ada penyembelihan qurban jadi,ulat-ulat ini aku kasih ke sapi-sapi qurban biar mereka berteman yah”kata Toni.”ah kamu ini ada-ada saja loh ton,ya sudah deh terserah kamu yang penting ulat-ulat ini tidak memakan sawi ayah”jelas ayah toni.Toni pun membawa Caca dan Cici menggunakan toples.”hai! namamu siapa”sapa Caca dan Cici.”namaku kitty,kalian kok bisa ada di sini?”kata Kitty.”o0oh ceritanya panjaaaaaang sekali jadi gak mungkin aku ceritakan”kata Caca.”terus kamu kok bisa ada disini”sambung Cici.”aku juga tidak tau,aku terpisah dari keluargaku tapi  enak kok disini aku bisa sepuasnya makan rumput”jelas Kitty.”e…kamu yakin kamu betah disini?”tanya Cici.”iya emang kenapa?”jawab Kitty.”coba kamu lihat teman-temanmu mereka disembelih,apa kamu yakin mau seperti mereka?”tanya Cici. “gak terlalu yakin sih?”jawab Kitty.”nah terus kenapa kamu tidak lari?”kata Caca”masalahnya aku diikiat”kata Kitty.”aduh gimana nih Caca kasihan Kitty”sambung Cici.”hmm…gimana ya???”jawab Caca.”kamu biasanya punya ide”tanya Cici.”tapi ini gak mudah? Kalau kita lepaskan nanti sama saja mencuri nanti kita bisa masuk neraka,coba kamu pikir-pikir?”jelas Caca.”tapi ini untuk keselamat Kitty kamu mau gak teman baru kita disembelih?”respon Cici.Kitty hanya diam ternganga. selanjutnya sumbangan dari masjid
tuh kan sekarang hanya tinggal 2 sapi lagi ayo lakukan tindakan Caca”teriak Cici.”iya Cici,aku tau tapi kamu gak usah panik biar Kitty gak panik,coba kamu tarik nafas dulu,setelah itu baru aku bisa berpikir”jelas Caca panjang lebar.”oke deh!”jawab Cici dengan nada bersalah.”hmm…oh iya aku punya ide ! Cici,kamu kan penggigit paling hebat,sedesa kita,coba kamu gigit tali itu?”usul Caca”tapi gigiku itukan untuk daun saja apa bisa menggigit tali itu?”tannya Cici.”coba saja!”kata Caca.Cici pun menggigit tali Kitty dengan sekuat tenaga.”Hiks..hiks..hiks  tiada harapan lagi bagiku untuk hidup hiks..hiks…”kata Kitty sambil menangis.”tenang Kitty Cici sedang berusaha menggigit tali itu,jangan pernah putus asa Kitty”jawab Caca.   “iksh..iksh..”bunyi lepasan tali.
Selanjutnya sumbangan dari ibu Ikshan
“aduuuh,bagaimana ini? Talinya belum lepas-lepas sedangkan sapinya tinggal Kitty?”kata Caca dengan nada sedih.
Cici pun menggigit sekuat tenaga.
Uuuh akhirnya lepas juga!” kata Cici.”ayo Kitty lari sekuat tenaga!”teriak Caca dan Cici.Kitty pun lari dengan sekuat tenaga,sampai-sampai tidak ada yang bisa menghentikannya,karna larinya yang sangat cepat.Kitty pun sampai di tengah jalan raya banyak sekali kendaran yang melintas.”aduuuh gimana nih?aku ada di tengah jalan raya ,banyak sekali kendaraan yang melintas aku jadi takut nih!”kata Kitty.Caca dan Cici pun panik,karna mereka hanya seekor ulat. “Caca mungkin kalo kita gak pindah urusannya gak serumit ini!!” kata Cici dengan nada kesal.”Cici,yang sudah berlalu gak usah di omongin lagi yang pentik sekarang!!”tegur Caca. Caca dan Cici berusaha memanggil Kitty tapii, Kitty tidak dengar karna suara kendaraan yang melintas. “Waduuuh! gimana cara mengambil sapinya nih!”kata salah satu panitia Qurban.  Karna Kitty tidak kuat dengan asap dan debu akhirnya Kitty mau berlari menuju seberang jalan.”aduuuh aku gak kuat lagi nihhh terpaksa aku harus lari”kata Kitty dengan nada sedih.”Kitty jangan! Itu berbahaya!”teriak Caca dan Cici.”tenang kalau ini sudah menjadi takdir ku aku harus pasrah, dan kalau aku mati di tengah jalan,kalian jangan sedih ya,akan slalu ku ingat kalian walau,aku sudah di Sana”jelas Kitty sambil bersedih.Para warga hanya menyaksikan saja,karna mereka tidak tau bahasa sapi dan bahasa ulat.sedangkan,Panitia nya memanggil polisi. ”lebih baik kamu mati di sembelih menyebut nama allah dari pada kamu mati liar disitu!”jelas Caca.Kitty pun berfikir. “apa yang kamu bilang ada benarnya juga,ya sudah! Tapi aku harus bagaimana?? Aku kan gak bisa menyeberang??”tanya  Kitty. ”tunggu disitu aja nanti para warga nolongin kamu qok!”kata Caca .Cici hanya bersedih.Para warga dan polisi menyelamatkan Kitty dari maut itu.Kitty pun langsung dilarikan di Pusat Penyembelihan Sapi (PPS)di daerah itu,Kitty pun hanya pasrah.
 Allah akbar….
“Bismillahirrahmanirrahim ya allah mudah mudahan aku termasuk golongan yang beriman ya allah”kata Kitty.Pemotongan sapi yang terakhir telah dilangsungkan setelah pemotongan sapi,warga menukarkan tiket yang diberi panitia dengan daging sapi. “Tidakkkk…..Kitty gak boleh mati,hiks…hiks…hiks…”tangis Cici.”Cici semua yang sudah dikehendaki allah,maka terjadilah…nanti kita juga seperti Kitty,kita juga akan mati hanya,tunggu saatnya saja.Dan Kitty nanti insya allah dia masuk surga soalnya daging Kitty dibagikan ke panti asuhan,orang-orang yang membutuh kan.”jelas Caca panjang lebar. “tapi,manusia juga ada panti asuhan? Hiks..”tanya Cici.”aku juga gak tau Cici”jawab Caca singkat.”ya sudah mendingan kita ke kebun teh aja siapa tau pucuknya sudah tumbuh”Kata Cici. ”OKE”jawab Caca


(Maaf ya kalau jelek,Atau ada penulisan kata yang kurang benar)

                                      J       TAMAT. J

Kimas si pemakan Pisang



Pada suatu hari ada seekor gajah yang bernama Keke dan semut yang bernama Gambo.mereka sangat rukun walau yang satu besar yang satu kecil mereka seperti adik kakak.pada suatu hari Keke dan Gambo berjalan di hutan mereka melihat ada seekor kura kura(Luki)yang jalannya sangat lambat,mereka pun bertanya”hei Luki jalanmu lambat sekali”kata Keke dan Gambo.”aku tidak sedang berjalan tau,tapi aku sedang berlari”kata Luki sambil meneruskan larinya.Keke dan Gambo heran sekali tanpa mempedulikan Luki,Keke dan Gambo terus berjalan meninggalkan Luki.Ditengah perjalanan Keke dan Gambo melihat seekor monyet yang belum pernah mereka temui sebelumnya.Keke bertanya”hei kau yang berada diatas pohon turunlah aku ingin bertanya kepada kau” monyet pun turun sambil membawa 1 sisir buah pisang “kau mau bertanya apa?”tanya si monyet.”aku mau tanya siapa namamu dan dimana tinggalmu?”tanya Gambo.”hei gajah apakah kamu yang tadi bicara? “Tanya monyet lagi.”bukan itu temanku Gambo dia seekor semut jadi tidak terlalu kelihatan”jelas Keke.”dimana Gambo aku kok tidak lihat?”tanya monyet lagi.”dia ada dibawah tanah”kata Keke.Keke mununjukkan Gambo dengan belalainya,monyet pun mengerti “sekali lagi siapa namamu dan dimana tinggalmu?” tanya Gambo “namaku Kimas tinggalku di atas pohon mana saja”jawab Kimas sambil mulai memakan pisangnya satu persatu.”oh iya kamu suka  sekali pisang ya?” tanya Keke.”pisang adalah makanan kesukaanku,biasanya yang suka makan pisang hanya kaum monyet saja”jawab Kimas.”aku juga suka pisang,pasti rasanya manis sekali tapi itu yang sudah matang saja,biasanya yang berwarna hijau pahit”jelas Gambo.”kamu benar sekali kok kamu tau rasanya pisang?”kata Kimas sambil memakan pisang.”Kimas kamu tau gak jalan di sekitar sini?”tanya Keke.”maksudmu jalan mau kemana?”tanya Kimas.”mau ke hutan rambutan,ada jalan tembus gak ini?”tanya Gambo.”ada,disini mau ke hutan mana aja ada jalan tembusnya”jawab Kimas sambil memakan sekaligus 2 buah pisang.”tunjikin dong!”pinta Gambo dan Keke.”oke ayo ikut saya”jawab Kimas sambil berjalan.Keke dan Gambo pun ikut dengan Kimas karna ia merasa tersesat,tak lama kemudian”sudah sampai”kata Kimas “terima kasih banyak ya Kimas kamu sudah menolong kami”kata Gambo.”sama-sama jangan lupa nanti berkunjung kehutanku lagi ya”jawab Kimas.Akhirnya Gambo dan Keke mempunyai teman baru yaitu Kimas.                                  



                                   Selesai