Pada suatu
hari hiduplah 2 ekor ulat yang bernama caca dan cici.Mereka bersaudara meraka
pun akrab dan rukun.mereka tinggal di perkebunan teh.makanan bergizi didesa
mereka adalah pucuk teh.Suatu hari desa Caca dan Cici kehabisan bahan makanan
bergizi,karna,manusia telah memanen pucuk teh,jadi mereka kehabisan makanan
bergizi.”Caca gimana nih kita tidak bisa makan makanan yang sehat?”kata
Cici.”bersabarlah adikku walau kita tidak bisa makan pucuk teh,kan masih banyak
daun yang bisa kita makan?”jawab Caca.”tapi kalau kita tidak memakan pucuk
teh,kita pasti sakit”jelas Cici.”benar juga ya? hmm….bagaimana kalau kita
pindah saja?”kata Caca.”oke”jawab Cici.Mereka pun pindah karena didesa mereka
sulit lagi ditemukan pucuk teh,mereka pindah jauuuuuuuuh sekali dari desa yang
ditempatinya dulu. Sampai-sampai mereka ke pemukiman penduduk manusia,karna
perkebunan teh tidak tiap hari tumbuh pucuk.Mereka pun kelelahan dan akhirnya
mereka terpaksa memakan daun sawi dari rumah pertama yang mereka lewati,karna
mereka tak tahan lagi,sudah 6 hari mereka tidak makan.”Caca aku gak tahan lagi
nih”kata Cici.”aku juga nih! Bagaimana kalau kita makan daun itu!”kata Caca
sambil menunjukkan dimana letak daun itu.”baiklah”kata Cici.mereka pun berjalan
menuju daun sawi tersebut.”hmm….krenyes! enak sekali daun ini kira-kira namanya
apa ya?”tanya Cici.”gak tau tuh! Sudah,makan saja daun ini sampai kamu
kenyang?jawab Caca.Tiba-tiba ada manusia yang bernama Toni dan ayahnya.”huh!
rupanya ulat.. yang memakan sawi-sawiku,daripada kamu mengganggu sawi-sawiku
mending sekarang kamu saya buang”kata ayah Toni.”jangan yah jangan dibunuh
biar bagaimanapun dia itu makhluk hidup yah”jelas Toni.”jadi bagaimana ini
kalau tidak bunuh,nanti dia memakan sawi ayah!”jelas ayah Toni.”nanti kan ada
penyembelihan qurban jadi,ulat-ulat ini aku kasih ke sapi-sapi qurban biar
mereka berteman yah”kata Toni.”ah kamu ini ada-ada saja loh ton,ya sudah deh
terserah kamu yang penting ulat-ulat ini tidak memakan sawi ayah”jelas ayah
toni.Toni pun membawa Caca dan Cici menggunakan toples.”hai! namamu siapa”sapa
Caca dan Cici.”namaku kitty,kalian kok bisa ada di sini?”kata Kitty.”o0oh
ceritanya panjaaaaaang sekali jadi gak mungkin aku ceritakan”kata Caca.”terus
kamu kok bisa ada disini”sambung Cici.”aku juga tidak tau,aku terpisah dari
keluargaku tapi enak kok disini aku bisa
sepuasnya makan rumput”jelas Kitty.”e…kamu yakin kamu betah disini?”tanya
Cici.”iya emang kenapa?”jawab Kitty.”coba kamu lihat teman-temanmu mereka
disembelih,apa kamu yakin mau seperti mereka?”tanya Cici. “gak terlalu yakin
sih?”jawab Kitty.”nah terus kenapa kamu tidak lari?”kata Caca”masalahnya aku
diikiat”kata Kitty.”aduh gimana nih Caca kasihan Kitty”sambung Cici.”hmm…gimana
ya???”jawab Caca.”kamu biasanya punya ide”tanya Cici.”tapi ini gak mudah? Kalau
kita lepaskan nanti sama saja mencuri nanti kita bisa masuk neraka,coba kamu
pikir-pikir?”jelas Caca.”tapi ini untuk keselamat Kitty kamu mau gak teman baru
kita disembelih?”respon Cici.Kitty hanya diam ternganga. selanjutnya sumbangan dari masjid
“tuh kan sekarang hanya tinggal 2 sapi lagi ayo lakukan
tindakan Caca”teriak Cici.”iya Cici,aku tau tapi kamu gak usah panik biar Kitty
gak panik,coba kamu tarik nafas dulu,setelah itu baru aku bisa berpikir”jelas
Caca panjang lebar.”oke deh!”jawab Cici dengan nada bersalah.”hmm…oh iya aku
punya ide ! Cici,kamu kan penggigit paling hebat,sedesa kita,coba kamu gigit
tali itu?”usul Caca”tapi gigiku itukan untuk daun saja apa bisa menggigit tali
itu?”tannya Cici.”coba saja!”kata Caca.Cici pun menggigit tali Kitty dengan
sekuat tenaga.”Hiks..hiks..hiks tiada
harapan lagi bagiku untuk hidup hiks..hiks…”kata Kitty sambil menangis.”tenang
Kitty Cici sedang berusaha menggigit tali itu,jangan pernah putus asa Kitty”jawab
Caca. “iksh..iksh..”bunyi lepasan tali.
Selanjutnya sumbangan dari ibu Ikshan
“aduuuh,bagaimana
ini? Talinya belum lepas-lepas sedangkan sapinya tinggal Kitty?”kata Caca
dengan nada sedih.
Cici pun
menggigit sekuat tenaga.
Uuuh
akhirnya lepas juga!” kata Cici.”ayo Kitty lari sekuat tenaga!”teriak Caca dan
Cici.Kitty pun lari dengan sekuat tenaga,sampai-sampai tidak ada yang bisa
menghentikannya,karna larinya yang sangat cepat.Kitty pun sampai di tengah
jalan raya banyak sekali kendaran yang melintas.”aduuuh gimana nih?aku ada di
tengah jalan raya ,banyak sekali kendaraan yang melintas aku jadi takut
nih!”kata Kitty.Caca dan Cici pun panik,karna mereka hanya seekor ulat. “Caca mungkin
kalo kita gak pindah urusannya gak serumit ini!!” kata Cici dengan nada
kesal.”Cici,yang sudah berlalu gak usah di omongin lagi yang pentik
sekarang!!”tegur Caca. Caca dan Cici berusaha memanggil Kitty tapii, Kitty
tidak dengar karna suara kendaraan yang melintas. “Waduuuh! gimana cara
mengambil sapinya nih!”kata salah satu panitia Qurban. Karna Kitty tidak kuat dengan asap dan debu
akhirnya Kitty mau berlari menuju seberang jalan.”aduuuh aku gak kuat lagi
nihhh terpaksa aku harus lari”kata Kitty dengan nada sedih.”Kitty jangan! Itu berbahaya!”teriak
Caca dan Cici.”tenang kalau ini sudah menjadi takdir ku aku harus pasrah, dan
kalau aku mati di tengah jalan,kalian jangan sedih ya,akan slalu ku ingat
kalian walau,aku sudah di Sana”jelas Kitty sambil bersedih.Para warga hanya
menyaksikan saja,karna mereka tidak tau bahasa sapi dan bahasa ulat.sedangkan,Panitia
nya memanggil polisi. ”lebih baik kamu mati di sembelih menyebut nama allah
dari pada kamu mati liar disitu!”jelas Caca.Kitty pun berfikir. “apa yang kamu
bilang ada benarnya juga,ya sudah! Tapi aku harus bagaimana?? Aku kan gak bisa
menyeberang??”tanya Kitty. ”tunggu
disitu aja nanti para warga nolongin kamu qok!”kata Caca .Cici hanya
bersedih.Para warga dan polisi menyelamatkan Kitty dari maut itu.Kitty pun
langsung dilarikan di Pusat Penyembelihan Sapi (PPS)di daerah itu,Kitty pun
hanya pasrah.
Allah
akbar….
“Bismillahirrahmanirrahim
ya allah mudah mudahan aku termasuk golongan yang beriman ya allah”kata Kitty.Pemotongan
sapi yang terakhir telah dilangsungkan setelah pemotongan sapi,warga menukarkan
tiket yang diberi panitia dengan daging sapi. “Tidakkkk…..Kitty gak boleh
mati,hiks…hiks…hiks…”tangis Cici.”Cici semua yang sudah dikehendaki allah,maka
terjadilah…nanti kita juga seperti Kitty,kita juga akan mati hanya,tunggu
saatnya saja.Dan Kitty nanti insya allah dia masuk surga soalnya daging Kitty dibagikan
ke panti asuhan,orang-orang yang membutuh kan.”jelas Caca panjang lebar.
“tapi,manusia juga ada panti asuhan? Hiks..”tanya Cici.”aku juga gak tau
Cici”jawab Caca singkat.”ya sudah mendingan kita ke kebun teh aja siapa tau
pucuknya sudah tumbuh”Kata Cici. ”OKE”jawab Caca
(Maaf ya kalau jelek,Atau ada penulisan kata yang kurang benar)
(Maaf ya kalau jelek,Atau ada penulisan kata yang kurang benar)
J TAMAT. J
Tidak ada komentar:
Posting Komentar