Di sebuah desa tinggallah seorang anak yang bernama Aisyah.Keluarga Aisyah sangat
sederhana,Ayahnya bekerja sebagai petani dan ibunya adalah ibu rumah tangga.Guru-guru
Aisyah mengatakan bahwa,ia adalah siswa yang berprestasi.Aisyah selalu
menduduki peringkat 1.Tak jarang,teman-teman dan guru-gurunya memanggil Aisyah dengan nama ‘Juara Sejati’.ia sangat
aktif menjawab jika ada pertanyaan dari guruku.
“Aisyah!
Bila sudah istirahat,temui ibu di ruang guru ya!”Kata Bu Yeti (Wali kelas Aisyah).
“Baik bu!” Jawabnya singkat.
Teng … Teng … Teng …
Bel tanda
istirahat pun berbunyi. Aisyah segera menuju ke ruang guru untuk menemui bu
Lisa.
“Selamat
Siang bu Yeti! Maaf agak lama bu!” Sapanya kepada Bu Lisa yang sedang
menungguku.
“Siang
Aisyah ! sini,duduk di dekat ibu” Jawab bu Yeti.
“Baik bu!”Ujar
Aisyah sambil duduk disebelah bu Yeti.
“Begini
Aisyah,Kamu adalah siswi ibu yang sangat Cerdas! Jadi,kepala Sekolah meminta
ibu untuk memberitahu sesuatu kepadamu!”Jelas Bu Yeti.
“Memberitahu
soal apa ya bu?” Jawabnya.
“Kamu
diminta untuk mengikuti cerdas cermat tingkat Kabupaten,kalau Aisyah menang,
Aisyah berhak maju ke tingkat provinsi,jika Aisyah menang di tingkat Provinsi,
Aisyah akan maju ke tingkat Nasional! Dan akan mendapatkan beasiswa,Piala dan
sertifikat.Bukankah itu mimpi Aisyah selama ini?”Jelas Bu Yeti panjang.
“Waah! Benar
bu,itu memang mimpi saya sejak dahulu! Saya ingin ikut bu!” Jawab Aisyah
senang.
“Baiklah
Aisyah,berikan ini kepada orang tuamu !” kata bu Yeti sambil menyerahkan selembar
kertas.
“Baik bu!”
Jawab Aisyah dengan senang.Setelah itu Aisyah kembali kekelasnya.
Aisyah sudah
tidak sabar untuk memberitahu kepada kedua orang tuanya.
Sesampainya Dirumah Aisyah ….
“Assalamualaikum
! ibu ! Bapak !”Panggil Aisyah.
“Ada apa
Aisyah,kok teriak-teriak begitu?”Tanya ibu dan Bapak Aisyah yang dengan cepat
menuju tempat Aisyah berada.
“Ibu! Ayah !
Aisyah diminta kepala sekolah untuk mengikuti cerdas cermat tingkat kabupaten!”
Jawab Aisyah dengan gembira.
“Alhamdulillah
Aisyah,kamu harus banyak-banyak bersyukur ya!” Ujar Ibu dan Ayah Aisyah sambil
memeluk Aisyah.
Hari yang di tunggu-tunggu Aisyah pun
tiba …
“Banyak-banyak
berdoa ya Aisyah! Ibu dan Bapak akan selalu menemanimu” Ujar Ibu kepada Aisyah
yang ingin mengikuti cerdas cermat mewakili sekolahnya.
Aisyah hanya
mengangguk dan naik keatas panggung.Ini adalah pertama kalinya Aisyah mengikuti
Cerdas Cermat yang ia impikan.
Cerdas
cermat pun dimulai.
Pertanyaan
pertama pun dibacakan.Aisyah menjawab tanpa memencet bel.Karena tidak memencet bel,Jawaban
Aisyah pun diambil Regu lain.Aisyah hanya nyengir.
Pertanyaan
Kedua dibacakan.Aisyah kalah cepat oleh Regu lain.Skor Aisyah(Regu A) masih 0.
Pertanyaan-Pertanyaan
berikutnya dibacakan.Aisyah Kalah tipis oleh Regu B,Aisyah tampak sedih atas
kekalahannya.Pak Kepala sekolah yang hadir melihat Aisyah pun terus mensuport
Aisyah.
“Pak kepala
Sekolah,Bu Yeti,Ibu,Bapak maafkan Aisya ya,Aisyah tidak berhasil memenangkan
pertandingan”Ujar Aisyah menyesal
“Tidak
Apa-Apa Aisyah,inikan kompetisi pertamamu! Tidak masalah jika kamu kalah,Aisyah
kan sudah berusaha!”Jawab pak Kepala sekolah dengan tersenyum.
“Tak mengapa
Aisyah,Setidaknya Aisyah telah mencoba!”Lanjut Ibu Aisyah.
Aisyah
Menjadi semangat lagi ! Tidak Peduli menang atau Kalah, yang terpenting adalah
Telah Mencoba! Jadi JANGAN MENYERAH !!!!
TAMAT